Tugas 2 [Elvina] Rangkuman Materi Kuliah 2
Tugas
Mandiri : Pemodelan dan Simulasi
Oleh
: Elvina Adellia
2203015028
Tugas
1:
Jelaskan perbedaan antara model stokastik dan deterministik. Berikan satu
contoh masing-masing dari bidang Teknik Informatika.
Model
stokastik dan model deterministik memiliki perbedaan utama
dalam hal ketidakpastian dan asumsi input. Model deterministik mengasumsikan
bahwa hasilnya pasti dan dapat diprediksi tanpa ketidakpastian, sedangkan model
stokastik mengasumsikan bahwa hasilnya tidak pasti dan bergantung pada
probabilitas. Selain itu, model deterministik menggunakan nilai pasti sebagai
input, sementara model stokastik menggunakan distribusi probabilitas. Model
deterministik digunakan untuk fenomena yang konsisten, sedangkan model
stokastik digunakan untuk fenomena yang tidak konsisten.
Contoh
Masing-Masing :
Model
Stokastik
Contoh
model stokastik adalah simulasi jumlah penumpang bus. Jumlah penumpang bus
tidak dapat diprediksi dengan pasti karena dipengaruhi oleh banyak faktor
seperti jam kerja, jam istirahat, dan liburan. Oleh karena itu, simulasi ini
menggunakan distribusi probabilitas untuk memprediksi jumlah penumpang bus
secara probabilistik.
Model
Deterministik
Contoh
model deterministik adalah simulasi kedatangan pasien di dokter praktek. Dalam
simulasi ini, jadwal pelayanan pasien yang telah ditentukan secara pasti dan
tidak ada variabel acak, sehingga dapat dianggap sebagai model deterministik.
Tugas
2:
Buatlah diagram alur proses untuk sistem antrian di pusat data yang menggambarkan
interaksi antara server dan klien.
Tugas 3:
Pilih satu studi kasus di bidang Teknik Informatika yang melibatkan pemodelan
dan simulasi. Buat laporan sederhana yang mendefinisikan masalah, model, dan
metode simulasi yang digunakan.
Studi
Kasus: Simulasi Kinerja Jaringan Wireless
Masalah:
Jaringan
nirkabel (wireless) sering mengalami masalah kinerja seperti
latensi tinggi atau throughput yang rendah ketika banyak perangkat terhubung
secara bersamaan. Diperlukan simulasi untuk memahami bagaimana kinerja jaringan
nirkabel terpengaruh oleh berbagai parameter, seperti jumlah perangkat,
kecepatan data, dan interferensi sinyal.
Model:
Untuk
memodelkan sistem ini, kita dapat menggunakan Model Diskrit dan Model
Stokastik.
Model
Diskrit:
Setiap
perangkat yang terhubung dianggap sebagai node dalam jaringan. Kejadian
komunikasi antar node diproses sebagai event diskrit (misalnya, pengiriman dan
penerimaan paket data). Contoh: Simulasi antrian di pusat data, di mana event
seperti kedatangan atau keberangkatan terjadi pada saat tertentu.
Model
Stokastik:
Jumlah
perangkat yang mengirim data pada waktu yang sama diperlakukan sebagai variabel
acak. Contoh: Simulasi lalu lintas jaringan yang melibatkan kejadian acak
seperti permintaan paket data.
Metode Simulasi:
Penggunaan
Alat Simulasi Jaringan ns-3:
1.
ns-3
adalah alat simulasi jaringan yang digunakan untuk mensimulasikan perilaku
jaringan virtual dan protokol komunikasi.
2.
ns-3
memiliki desain yang sangat modular, memungkinkan pengguna untuk dengan mudah
menambahkan atau memodifikasi komponen seperti model jaringan, algoritma
routing, atau protokol tingkat aplikasi.
3.
ns-3
juga mendukung beragam teknologi jaringan seperti Wi-Fi, LTE, Bluetooth, WiMAX,
serta berbagai protokol routing dan transport seperti TCP, UDP, OLSR, dan AODV.
Simulasi
dengan Mengatur Parameter:
1. Simulasi
dilakukan dengan mengatur jumlah node (perangkat) yang bervariasi.
2. Kecepatan
data dan skenario interferensi juga diatur untuk memodelkan berbagai kondisi
yang mungkin terjadi dalam jaringan nirkabel.
3. Parameter
lain yang diukur adalah latensi, throughput, dan packet loss untuk mendapatkan
gambaran yang lebih komprehensif tentang kinerja jaringan.
Hasil
yang Diharapkan:
Pemahaman
tentang Bagaimana Penambahan Perangkat Mempengaruhi Kinerja Jaringan:
1. Dengan
menggunakan simulasi, kita dapat memahami bagaimana penambahan perangkat
mempengaruhi kinerja jaringan secara lebih detail.
2. Simulasi
ini membantu dalam mengetahui bagaimana peningkatan jumlah perangkat
mempengaruhi latensi dan throughput jaringan.
Menemukan
Konfigurasi Optimal untuk Parameter Jaringan:
1. Simulasi
juga membantu dalam menemukan konfigurasi optimal untuk parameter jaringan yang
meminimalkan latensi dan meningkatkan throughput.
2. Dengan
membandingkan hasil simulasi dari berbagai skenario, kita dapat menentukan
konfigurasi yang paling efektif untuk jaringan nirkabel.
Komentar
Posting Komentar